بسم الله الرحمن الرحيم

Bacalah...!!!

Perintah "BACALAH" di dalam Al Qur'an.

Allah subhanahu wata'ala pada saat menurunkan wahyu yang pertama kepada Rasul-Nya Muhammad Shollallahu 'alaihi wasallam, Allah perintahkan untuk mengawali bacaannya dengan membaca dan menyebut nama Allah Subhanahu wata'ala,

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, [S U R A T A L - ' A L A Q (96):1]

Dialah Allah yang telah menciptakan seluruh makhluk, sebagaimana telah diketahui sejak dahulu oleh orang-orang kafir sekalipun bahwa bukanlah sesembahan, patung-patung, dewa-dewa dan berhala-berhala mereka yang menciptakan seluruh makhluk akan tetapi PENCIPTA itu adalah Allah Subhanahu wata'ala, kemudian Allah subhanahu wata'ala pertegas kembali perintahnya untuk "MEMBACA" sebagaimana dalam firman-Nya,

اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ
Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, [S U R A T A L - ' A L A Q (96):3]

Membaca Wahyu yang telah Allah wahyukan kepada Nabi kita Muhammad Sholallahu a'laihi wasallam yaitu Kitab Allah, Al Qur'an merupakan kewajiban bagi Nabi dan juga para pengikutnya sebagaimana perintah Allah Subhanahu wata'ala :

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur'an) . [S U R A T A L - ' A N K A B U T (29):45]

Membaca Al Qur'an merupakan kewajiban dalam rangka mengajarkannya, dalam rangka menjadikannya peringatan, dalam rangka ibadah dan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wata'ala.

Oleh karena itu membacanya hendaknya perlahan-lahan, tidak dengan tergesa-gesa. Hendaknya jelas kata demi kata agar hati mudah menangkap makna-maknanya, sebagaimana petunjuk Allah subhanahu wata'ala didalam firman-Nya :

وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا
Dan bacalah Al Qur'an itu dengan perlahan-lahan. [S U R A T A L - M U Z A M M I L (73):4]

Kitab Allah adalah hujjah, argumen yang bisa membantu jika kita sejalan dengannya dan sebaliknya bisa membantai jika kita bertolak belakang dengannya, serta menerangkan benar tidaknya aqidah yang diyakini atau atau ibadah yang diamalkan, sebagaimana kisah bani israil dalam ayat berikut ini :

كُلُّ الطَّعَامِ كَانَ حِلًّا لِبَنِي إِسْرَائِيلَ إِلَّا مَا حَرَّمَ إِسْرَائِيلُ عَلَى نَفْسِهِ مِنْ قَبْلِ أَنْ تُنَزَّلَ التَّوْرَاةُ قُلْ فَأْتُوا بِالتَّوْرَاةِ فَاتْلُوهَا إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
Semua makanan adalah halal bagi Bani Israel melainkan makanan yang diharamkan oleh Israel (Yakub) untuk dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan. Katakanlah: "(Jika kamu mengatakan ada makanan yang diharamkan sebelum turun Taurat), maka bawalah Taurat itu, lalu bacalah dia jika kamu orang-orang yang benar". [S U R A T A L - I M R O N (3):93]

Bacalah dan teruslah membaca, selama masih diberi kesempatan dan kesehatan untuk bisa membaca di dunia saat ini, sebelum datangnya perintah untuk membaca di akhirat nanti,

اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَى بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا
"Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu." [S U R A T A L - I S R A ' (17):14]

Pada saat itu setiap orang menjadi penghisab serta saksi terhadap amal perbuatannya sendiri, inilah ke-Maha Adil-an Allah Subhanahu wata'ala.

Semoga dengan taatnya kita terhadap perintah "BACALAH" menjadikan kita termasuk orang-orang yang akhirnya ditakdirkan untuk memerintahkan orang lain untuk membaca kitab catatan amal perbuatan kita,

فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَيَقُولُ هَاؤُمُ اقْرَءُوا كِتَابِيَهْ
Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia berkata: Ambillah, bacalah kitabku (ini)". [S U R A T A L - H A Q Q A H (69):19]

Mereka adalah golongan orang-orang yang yakin akan keselamatan dirinya dan senang dengan kemenangan yang diperolehnya di akhirat.

Demikianlah dunia merupakan tempat menanam yang buahnya akan dipetik diakhirat kelak, siapa yang memperhatikan perintah "BACALAH" di dunia, semoga mendapatkan buah perintah "BACALAH" di akhirat kelak.

Wallohu ta'ala 'alam

Sumber Rujukan :
  • Terjemah Al Qur'an
  • Tafsir Aisar At Tafasir karya As Sa'di Rahimahullah (Maktabah Syamilah)
  • Tafsir Zaad Al Masiir karya Ibnul Jauzy Rahimahullah (Maktabah Syamilah)
  • Kamus Bahasa Arab v.2.0.1

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.”
(HR. Al-Bukhari 6089 & Muslim 46)